Jumat, 19 Februari 2021

"Penny Arif dan Pound Bodoh"



Perkataan ini teringa-pikir saat membaca buletin Icop saya. JL membahas beberapa hal yang chuck dan saya bahas sejauh waktu. Beberapa minggu lalu saat dengarkan buletin audio Jim Edwards, dia berteriak-berteriak mengenai "pencarian freebie psiko" (cinta nama itu). Jim berteriak-teriak nyaris dan Dennis Miller.

Bagaimana juga, dua buletin ini dan apa yang mereka ucapkan sudah berguling-guling di kepala saya sepanjang sekian hari saat ini. Apa yang teringa-pikir ialah jika beberapa orang yang memulai usaha Internet dari rumah mereka tidak berlainan dari mereka yang memulai usaha keluar rumah mereka pada tahun 80-an.....mereka tidak mau bayar apa saja. Anda akan memikir dengan semua usaha yang tidak berhasil mereka sudah memiliki akan fajar pada mereka jika itu karena mereka sudah lakukan tidak ada riset, tidak ada gagasan usaha, tidak ada kemauan mengenai adakah pasar untuk usaha mereka di seputar mereka. Mereka tidak lakukan pengakuan visi. Saya tetap dan terus.

Sayang, begitu beberapa orang masih memikir yang mereka perlukan ialah computer, faks, dan beberapa kartu nama. Bahkan juga, mereka bahkan juga tidak memberi kartu nama, mereka tinggalkan mereka di kantor mereka dalam file kartu kecil yang baik. Banyak kebaikan yang dilaksanakan mereka.

Mereka akan habiskan uang untuk semuanya jebakan tapi bukan untuk pengajaran, pengiringan, atau diskusi. Sama seperti yang pernah Chuck ucapkan ke saya saat saya mengawali usaha pertama saya dan tidak lakukan marketing apa saja "Anda bisa menjadi usaha yang paling terorganisir di pengadilan kemunduran". Itu ialah panggilan bangun.

Sama seperti yang diulas Jim dan JL, dan Chuck dan saya berjumpa tiap hari, beberapa orang ingin pilih otak kita untuk info dan jawaban. Kembali juga, mereka sudah dikondisikan jika IT GRATIS. Mereka berasa itu ialah hak mereka untuk melakukan.

Internet khususnya sudah membuat orang memikir jika info itu GRATIS. Ya, memang begitu, tapi kita yang mempunyai ceruk, dan sudah menulis buku semua dimasukkan pada dalam beberapa waktu, usaha, dan energi dalam mempelajari, menulis, dan pasarkan produk kami. JADI TIDAK GRATIS. Kami bekerja benar-benar keras untuk kumpulkan beberapa produk favorit dengan kekuatan terbaik kami dan KAMI BERHARAP UNTUK DIBAYAR UNTUK MEREKA.

Beberapa orang ini mempunyai ego yang begitu tinggi. "Siapa saya, meminta kontribusi seorang, dan apa yang bayar karena itu. Oh, tidak, saya percaya caraku ialah langkah yang betul. Beberapa orang cuman tidak menghargakan produk luar biasa saya (service atau isi kosong). Saya sama bagusnya, bila tidak lebih bagus dari ia."

Tidak pernah terpikirkan oleh mereka untuk bayar seorang untuk memperlihatkan ke mereka apa yang keliru. Atau mengambil kelas, atau membeli buku yang kemungkinan menolong. Tidak, kata mereka, bukan itu, itu tentu suatu hal lainnya. Itu selalu kekeliruan seseorang atau kekeliruan, tak pernah mereka.

Sayang, dorongan untuk sikap ini dibina mulai kembali di tahun 80-an saat usaha rumahan barusan mulai jadi punya mereka sendiri. Banyak majalah dan publisitas tahun 80-an (dan saat ini Internet) tumbuhkan ide jika SIAPA PUN bisa memulai usaha berbasiskan rumahan. Ingat majalah-majalah yang mempunyai sedikit kit untuk usaha Pemrosesan Kata, pengerjaan keranjang, catatan klinis, dan lain-lain. Beberapa orang membeli, mengikut mereka. Beberapa melakukan secara baik, tapi lainnya tidak paham kenapa mereka gagal.

Mereka gagal karena beberapa argumen. Pertama, tidak satu juga dari mereka lakukan beberapa dasar, pekerjaan mendengus. Mengecek lebih dulu untuk pastikan apa usaha ini bahkan juga pantas di wilayah mereka atau mungkin tidak. Bila itu, mengecek persaingan, membuat gagasan usaha, pengakuan visi. Mempersiapkan arah untuk diri sendiri untuk periode harian, mingguan, bulanan, pendek dan periode panjang. Mempersiapkan kampanye publikasi, bekerja dengan media yang lain, mempersiapkan gagasan marketing, jaringan.

Segala hal yang sudah kita kerjakan dalam usaha hingga kita tetap menjalankan bisnis. Kami tidak "penny arif dan pound bodoh! " Kami sukses, lewat banyak usaha keras, usaha, dan ketukan keras yang kami targetkan untuk memperoleh ganti rugi. Kami tidak memberinya untuk "gratis".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.