Topik minggu ini terkait dengan pewawancara yang bertanya mengenai gagasan hari esok Anda. Sama seperti yang akan kita saksikan dalam jawab pertanyaan yang dicatat konsumen setia, pewawancara memakai pertanyaan "gagasan hari esok" untuk memfilter orang. Baca terus untuk ketahui langkah pastikan Anda tidak di hilangkan dari alasan dengan pertanyaan semacam ini.
Pertanyaan dari Konsumen setia:
Saya sudah lakukan banyak interviu belakangan ini, dan mereka berjalan baik sampai pewawancara menanyakan mengenai gagasan saya untuk hari esok. Saya membalas dengan menerangkan keinginan saya untuk memperoleh gelar kelanjutan. Selanjutnya interviu mendadak beralih menjadi asam. Apa yang saya saksikan sebagai berambisi dan berusaha untuk memvisualisasikan nilai saya justru mempunyai dampak kebalik. Pekerjaan saat ini menyaksikan saya sebagai "sementara". Walau sekolah pascasarjana tidak diawali sepanjang satu atau 2 tahun kembali dan saya dapat mengurus pekerjaan dan kelas, pewawancara memandang saya akan pergi lebih cepat dan tidak memberikan saya peluang, walau saya ialah karyawan yang setia. Ada anjuran untuk kesusahan ini? Haruskah saya tak lagi tampil demikian berambisi? Haruskah saya terlihat lebih "kurang penuhi persyaratan" dibanding saya? Terima kasih banyak.
Dengan Hormat
S.M.
Dear S.M.,
Benar-benar mempesona jika Anda merencanakan untuk ke sekolah pascasarjana. Ini terang suatu hal yang perlu untuk Anda dan rasa Anda mengenai siapa Anda. Tapi untuk maksud interviu kerja, Anda perlu jadi sedikit lebih netral mengenai siapa Anda dan apa kwalifikasi Anda.
Berikut pokoknya: setiap Anda menyaksikan hal tertentu yang Anda ucapkan saat interviu ialah mematikan orang, stop menjelaskannya. Bila Anda jual Cadillacs dan Anda mendapati jika memberitahukan beberapa orang mengenai mekanisme OnStar untuk memperoleh kontribusi dalam kasus musibah ialah mematikan konsumen setia, hal yang logis untuk dilaksanakan ialah stop mengulasnya. Ada beberapa hal luar biasa yang lain mengenai Cadillac yang bisa Anda bahas. Siapakah yang tahu kenapa bicara mengenai OnStar ialah mematikan. Karena mungkin orang tidak mau memikirkan diri mereka dalam musibah. Demikian pula, kemungkinan seorang majikan tidak mau pikirkan peluang jika Anda dapat memperoleh gelar yang akan membuat Anda penuhi persyaratan untuk pekerjaan yang lebih bagus dan tinggalkan mereka dengan musibah karena harus sewa alternatif untuk Anda. Ada beberapa tipe status di mana memperoleh gelar kelanjutan bisa menjadi ketertarikan Anda dan majikan. Kelihatannya dalam kasus anda mereka tidak menyaksikannya semacam itu.
Anda tidak berkewajiban untuk memberitahu pebisnis mengenai gagasan Anda untuk sekolah pascasarjana bila tidak mengusik pekerjaan pekerjaan Anda.
Pebisnis Tidak Betul-betul Cari Tekad (Per Se)
Penting untuk dikenang jika arah interviu semestinya tidak memperlihatkan ke majikan begitu tekadusnya Anda. Arah dari interviu untuk mendapati apa yang dicari majikan dan untuk memperlihatkan ke mereka bagaimana Anda pas dengan itu. Jadi seorang yang semangat lakukan pekerjaan secara baik ialah majikan berkualitas yang biasanya ditunjuk. Kesetiaan ialah kualitas yang paling ditunjuk oleh sejumlah besar pebisnis. Tekad belum pasti suatu hal yang disaksikan pebisnis - sering efek pada kualitas yang mereka harapkan. Seorang majikan inginkan seorang yang cukup terpacu untuk menuntaskan pekerjaan pekerjaan mereka, tapi tidak demikian berambisi hingga mereka akan bangun dan pergi di kesempatan pertama.
Tidak boleh Ucapkan Beberapa hal dalam Interviu karena Argumen "Egois"
Anda perlu menyaksikan motivasi Anda sendiri untuk memberitahu pebisnis mengenai gagasan sekolah pascasarjana Anda. Apa cuman untuk memvisualisasikan jika Anda ialah orang yang terpacu, atau karena Anda ingin memperoleh karena / kesepakatan mereka untuk tampil telat untuk bekerja sesudah mengikut test atau belajar, pekerjaan yang mempunyai potensi raib saat ada kertas besar Anda harus memberikan, dan lain-lain.
Pebisnis bisa menerjemahkan Anda mengatakan gagasan sekolah pascasarjana Anda sebagai langkah lain untuk menjelaskan "hei bila Anda ingin mengaryakan saya, Anda akan harus menempatkan dengan efek dari seorang yang direpotkan dengan suatu hal yang lebih bernilai dibanding pekerjaan setiap hari mereka"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.